KENAPA KITA TIDAK “mau” MEMBELA PALESTINA?

KENAPA KITA TIDAK “mau” MEMBELA PALESTINA?

Jika tidak bisa membela palestina atas nama agama, setidaknya bela lah palestina atas nama kemanusiaan. Saya pribadi membela palestina atas nama kemanusiaan, baru alasan agama lah yang kedua. Kenapa? Karena palestina tidak hanya dihuni oleh umat muslim saja. Palestina terdiri dari tiga umat beragama, islam, Kristen, dan yahudi. Sebelum zionisme datang ke palestina, mereka semua hidup rukun tanpa ada konflik apapun. Namun ketika zionisme datang ke palestina, yang menyebabkan umat yahudi berkembang pesat, membuat konflik di palestina seperti konflik agama.

Israel membantai rakyat palestina bukan karena agama semata. Kenyataannya rakyat palestina yang telah dibantai bukan hanya umat islam, namun juga umat islam. Ketika Jerusalem diklaim sepihak oleh pihak Israel sebagai ibukota abadi, perbuatan ini menodai islam dan Kristen. Karena Jerusalem adalah tempat suci bagi tiga agama tersebut. Kami sebagai umat islam tidak pernah bisa menerima hal ini, karena tindakan yang dilakukan pihak Israel adalah tindakan criminal. Tapi, siapa yang peduli? Bahkan umat Kristen di dunia hanya terdiam ketika tempat suci mereka diambil oleh Israel. yang lebih mengherankan adalah bahwa umat Kristen di dunia lebih mendukung Israel daripada palestina. KENAPA? Sudah jelas-jelas saudara mereka di palestina dibantai dengan keji oleh Israel, kenapa mereka hanya diam saja? Kenapa mereka tidak membela mereka? Kenapa ketika kota suci mereka diambil oleh Israel mereka diam saja? Jika tidak bisa membela muslim palestina, setidaknya bela lah umat Kristen di palestina!

Saya sebagai umat islam tentu membela palestina 100%, karena di Jerusalem terdapat masjid al-aqsa yang menjadi kiblat pertama kami. Sehingga kami berkewajiban untuk menjaga al-aqsa segenap jiwa dan raga, kami tidak akan pernah mau untuk memberikan al-aqsa kepada para zionis laknatullah. Selain itu, palestina adalah tanah jihad kami. Bila kami ingin berjuang dengan cara menumpahkan darah setan dan melawan kejahatannya, di palestina lah tempatnya. Sebenarnya kita wajib untuk malu, sejarah mencatat bahwa pejuang yang shahid di tanah palestina dari luar palestina adalah non muslim. Lihatlah Rachel corrie atau vittorio arrigoni, mereka bukan muslim namun mengabdikan hidupnya untuk palestina. Dibunuh dengan harga diri yang tinggi demi ibunda palestina, ketika Negara tempat mereka dilahirkan menganggap mereka sebagai teroris karena membela palestina, maka seluruh rakyat palestina menganggap mereka pahlawan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Selain mereka masih banyak syuhada non-muslim yang syahid demi tanah palestina tercinta. Jika kita tidak bisa membela palestina dengan tenaga, keringat dan darah kita paling tidak kita bisa membela mereka melalui materi yang kita punya. Mengingat sangat banyak Lembaga untuk palestina di Indonesia. Jika dengan materipun kita masih tidak bisa, kita masih bisa membela dan mendukung mereka dengan tidak membeli produk-produk Israel dan pendukungnya, jika itupun masih tidak bisa kita lakukan, setidaknya tulislah “FREE PALESTINE” dimana-mana, agar semua orang tahu bahwa palestina butuh bantuan kita semua.

Selain itu, rasa kemanusiaan lah yang membuat saya begitu mencintai palestina. Kenapa? Karena anda tidak akan pernah melihat penyerangan yang terjadi setiap hari selama lebih dari 64 tahun kecuali di palestina, ketika Israel menyerang mereka di malam hari. Ketika mereka semua tertidur lelap, ketika mereka seharusnya bermimpi tentang hal yang tidak bisa mereka rasakan di kehidupan nyata, namun Israel merusak segalanya. Israel merusak hidup rakyat palestina, tidak hanya di dunia nyata namun juga di dunia mimpi. Kenapa? Apa salah mereka? Kenapa Israel sering menyerang pemukiman padat penduduk yang tentu saja kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, karena para pemuda dan pria dewasa di palestina kebanyakan hidup di dalam penjara. Ya, mereka ditangkap oleh tentara Israel tanpa alas an yang jelas. Mereka ditangkap bukan karena melakukan suatu tindakan criminal, namun hanya karena mereka adalah rakyat palestina, seluruh rakyat palestina dari bayi sampai orang tua sangat membahanyakan bagi Israel. buktinya tentara Israel banyak melakukan pembunuhan terhadap bayi di bawah 5 tahun, bahkan Iman Hejjo baru berusia 8 bulaan ketika penembak jitu menembak tepat di dadanya. Itu adalah bukti bahwa SELURUH rakyat palestina sangat berbahaya bagi Israel, atau itu karena alasan bahwa tentara Israel itu adalah makhluk paling keji di dunia? Sehingga tak peduli korban mereka adalah anak-anak atau orang tua. Tentu saja, pembersihan etnis tidak pernah memandang korban mereka anak-anak, orang tua, wanita atau pria.

Lalu, kenapa kita masih saja diam? Kenapa masih saja orang-orang membela Israel daripada palestina? Ingatkah anda pembukaan UUD ’45 yang berbunyi “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”, tidak cukupkah kalimat ini untuk mendukung palestina jika anda tidak bisa membela mereka atas nama agama dan atas nama kemanusiaan? Banyak masyarkat Indonesia yang mengatakan “kenapa kita harus mengurusi negara orang lain?” Jawabannya, karena di pembukaan UUD sudah diterangkan bahwa kita MENENTANG PENJAJAHAN. apakah anda orang Indonesia yang patuh akan undang-undang? Masihkah kita punya hati?

Kebanyakan orang di dunia tidak membela palestina karena HAMAS, otoritas keamanan palestina yang sering menembakkan roket mereka ke Israel. tapi, tidak taukah anda bahwa mereka hanya berusaha mempertahankan diri? Mereka tidak akan pernah menyerang Israel jika Israel tidak melancarkan serangan ke palestina lebih dulu. Bayangkan, apakah anda akan berdiam ketika orang asing tiba-tiba meruntuhkan rumah anda atau menyakiti keluarga anda atau menjajah wilayah anda? Tidak kan? Anda tentu akan berusaha sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan tanah anda dan keluarga. Itulah yang dilakukan rakyat palestina, perlawanan mereka adalah bentuk PERTAHANAN DIRI. Seperti yang dilakukan para pahlawan kita ketika mereka berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Jadi, sebenarnya para rakyat palestina adalah pahlawan, bukan teroris seperti yang dikira oleh banyak orang. Bisa diingat bahwa serangan roket HAMAS tidak pernah membunuh lebih dari 10 orang, bahkan hanya bisa melukai beberapa orang saja. Orang-orang yang terluka itu disebabkan oleh bangunan yang runtuh karena imbas roket, BUKAN karena roketnya. Dan jangan pernah lupakan ini, ketika HAMAS menembakan 1 roket ke Israel, pihak Israel akan membalasnya dengan 100 roket, 100 bom, 100 pesawat tempur dan 100 tank. Seimbangkah? Lalu, kenapa kita masih tidak membela palestina???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s