Why We Need to #Boycott Nestle ?

nestle-killer

Nestle is the world’s largest food company. Nestle’s main presence in Israel is in Sderot, a settlement founded in 1951 one kilometer from the Gaza Strip which is built on the lands of the Palestinian town Al-Najd, which was ethnically cleansed in 1948.
Continue reading

Advertisements

What Is A War Crime?

10485526_4421792519970_1052563030394204003_n

Israel commits war crimes in the form of collective punishment, disproportionate force, targeting of civilians, and other violations of the Geneva Conventions and international law. Despite these repeated war crimes and other human rights violations, the United States government continues to give Israel economic, military, and diplomatic support in violation of its own laws.

Continue reading

Hutang Terbesar #Indonesia terhadap #Palestina dan #Mesir

muka2

elfalasteen – Gaung kemerdekaan Indonesia membahana ke seluruh penjuru dunia, setelah Proklamator kemerdekaan RI Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto pada 17 Agustus 1945.  Namun perlu diingat bahwa untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain secara hukum atau de jure. Karena pada masa revolusi itu, wilayah Indonesia terjadi kekosongan pemerintahan setelah Jepang menyerah pada Sekutu, dan pasukan Sekutu akan mendarat dengan membawa pasukan Belanda yang ingin berkuasa kembali di Indonesia. Continue reading

Kehancuran Israel, Hanya Menunggu Waktu…

10530821_749665928430685_3340359085436543302_n

Nubuwat al-Qur’an Tentang Kebinasaan Bangsa Yahudi

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah …

Berbesar hatilah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا  فَإِذَا جَاء وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُوْلِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلاَلَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً  ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا  إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاء وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْاْ تَتْبِيرًا  عَسَى رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا

Continue reading

#PalestinianPrisonersDay | #HariTawananPalestina apakah itu ?

6392554d-e959-4ec2-b6d4-38906c5a6bbd

Hari Tawanan Palestina atau yang dikenal sebagai Palestine Prisoners  Day adalah hari peringatan lahirnya  kesepakatan pertukaran tahanan Palestina dengan rezim Zionis Israel yang tejadi pada tahun 1974.

Dalam kesepakatan kala itu sekitar lima ribu lebih warga Palestina yang berada di dalam penjara Zionis Israel dibebaskan sebagai bentuk kesepakatan kedua negara yang diawasi langsung oleh dunia internasional.

Menurut Lembaga Tahanan Palestina sedikitnya 800.000 warga Palestina telah mendekam di dalam penjara dan pusat penahanan Zionis Israel sejak tahun 1967.

UNRWA: 18 Ribu Pengungsi Yarmuk Kelaparan

19828_807578842664294_3572102020929965359_n

elfalasteen – Pertempuran di kamp pengungsian Yarmuk membuat warga di sana hidup menderita. Bahkan menurut laporan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), mereka khawatir atas dampak buruk kemanusiaan di Yarmuk. Tercatat di kamp ini terdapat 18 ribu warga sipil Palestina yang mengungsi dan kini tengah terisolasi.

Juru bicara media UNRWA Sami Mushashi dalam keterangannya pada Kamis (9/4/2015) menegaskan, warga sipil pengungsi Palestina mengalami kelaparan dan kemiskinan. Mereka juga tak mampu memenuhi kebutuhan dasar, selain munculnya ketakutan terkait perkembangan terkini di Yarmuk.

Mushashi menegaskan bahwa sejak meletus bentrokan pada April di Yarmouk, UNRWA tidak bisa menjalankan misi kemanusiaannya akibat bentrokan sengit, PIC melaporkan.

UNRWA baru bisa menyalurkan bantuan kemanusiaan pada Rabu (8/4/2015) bagi 94 warga sipil, 43 perempuan dan 20 anak-anak yang melarikan diri dari rumah mereka dan mengungsi ke sebuah sekolah dekat timur kamp.

UNRWA memberikan makanan, minuman, dan selimut bagi para pengungsi yang kesusahan.

Mengenang Pembantaian Deir Yassin

Deir-Yassin

elfalasteen – Saya dan saudara perempuan saya meninggalkan Palestina untuk terakhir kali pada pertengahan Desember 1947. Selain mengembangkan usaha keluarga di Palestina di mana ayah saya menjadi mitra, ia memang bertanggungjawab untuk menjalankan kantor usaha itu di Mesir. Jadi, ketika kami meninggalkan Yerussalem dan pergi ke Kairo, kami sebenarnya kembali ke tempat yang sudah kami akrabi: rumah, sekolah, teman, dan lainnya. Tapi keluarga besar kami yang lain tidak seberuntung itu. Pada pertengahan musim semi 1948, semua mereka, dari pihak ayah atau ibu, menjadi pengungsi yang kemudian bertebaran di Dunia Arab. Sebagian besarnya pergi ke Yordania, beberapa ke Lebanon, dan bibi saya dari pihak ayah, juga anak-anaknya yang sudah dewasa, pindah ke Mesir, menjalankan usaha keluarga. Continue reading